PROPOSAL acc
YAYASAN
PENDIDIKAN DARUL MUJAHIDIN NW MATARAM
UNIVERSITAS
NAHDLATUL WATHAN MATARAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PBI (PROBLEM BASED INTRODUCTION) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI AGAMA MA MUALLIMIN NW ANJANI.
PROPOSAL
PENELITIAN
Oleh
:
NAMA MAHASISWA
NIM:13.8.2.009
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
MATARAM
2017
PENGESAHAN PEMBIMBING
Proposal Skripsi Ini
Telah Disetujui Oleh Tim Pembimbing Pada :………..
|
DOSEN PEMBIMBING
I,
INDRAWATI,S.Pd.,M.Pd
NIDN:
805088701
|
DOSEN
PEMBIMBING II,
MUNTAHA,S.Pd.,M.Pd
NIDN:
|
PENGESAHAN PIMPINAN
Proposal diajukan oleh:
ABDUL KOHAR,2017:
Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Pbi (Problem Based
Introduction) Terhadap Prestasi Belajar
Matematika Siswa Kelas XI Agama
Ma Muallimin Nw Anjani.
Telah disetujui oleh
Dekan FKIP UNW Mataram Pada: …………….
|
Dekan,
Lale Yaqutunnafis,S.Sos.,M.M
NIDN : 08010174702
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Sesuai dengan pembukaan
Undang-undang Dasar 1945 alinea ke-4 menyatakan bahwa Negara bertujuan
mencerdaskan kehidupan Bangsa. Dalam upaya mewujudkan tujuan yang dimaksud, setiap
warga negara memiliki hak untuk mendapatkan pengajaran (pasal 31 ayat 1 UUD
1945). Dan dalam pasal no 20 Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pembelajaran adalah proses
interaksi siwa dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar
(Suhana, 2014:204). Kebijakan-kebijakan tersebut menjadi dasar bagi lembaga
pendidikan untuk menciptakan dan mengembangkan seluas-luasnya sebuah konsep
pendidikan yang sesuai dengan kemajuan zaman agar dapat bersaing
ditengah-tengah tantangan global. Sejalan dengan perkembangan masyarakat dewasa
ini, pendidikan banyak menghadapi berbagai tantangan, salah satu tantangan yang
cukup menarik yang berkenaan dengan peningkatan mutu pendidikan disebabkan
masih rendahnya mutu pendidikan di Indonesia (Mulyasana, 2012:9).
Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yakni: Menciptakan
lembaga pendidikan yang bermutu maka lahirlah sumberdaya manusia (SDM) yang
berkompeten seiring perkembangan zaman, dan juga terciptanya pendidikan yang
bermutu maka lahirlah sumberdaya manusia yang bekualitas dan mampu bersaing
dari segala hal apapun. Untuk menciptkan pendidikan yang bermutu maka hendaknya
terdapat proses pembelajaran yang berkualitas. Proses pembelajaran berkualitas
maka perlu membutuhkan guru yang professional yang tidak hanya menerapkan
pembelajaran secara menoton atau konvensional.
Berhasil dan tidaknya pembelajaran bergantung pada seorang guru
yang berperan di dalamnya. Jadi dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai
tugas untuk mendorong, membimbing dan memberikan fasilitas belajar bagi siswa
untuk mencapai tujuan. Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala
sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan siswa
(Slameto, 2010:97). Kemampuan seorang guru yang berkompeten dalam menyampaikan
materi, mampu menciptakan suasana kondusif, akan memberi motivasi tersendiri
bagi peserta didik untuk belajar lebih giat. Kondisi inilah yang akan menjadi
proses pembelajaran yang lebih efektif. Untuk itu guru harus mampu
mengembangkan pembelajaran dengan beragamnya latar belakang kemampuan,
pemahaman, pengalaman, minat, motivasi, gaya dan kecepatan belajar siwa
(Mulyasana, 2012:54).
Hasil observasi
dan wawancara dengan guru disekolah MA Muallimin NW Anjani, rendahnya hasil
belajar matematika siswa disebabkan oleh kesulitan memahami pelajaran atau
kurang senangnya siswa terhadap konsep seorang guru dalam menyampaikan
pelajaran tersebut. Hal ini tidaklah mengherankan karena selama ini
pembelajaran matematika masih bersifat konvensional dan monoton, guru lebih
aktif berceramah dibandingkan dengan siswa. Akibatnya, perasaan bosan belajar
matematika sewaktu-waktu bisa muncul pada diri siswa.
Selain itu,
hasil observasi dan wawancara menunjukkan banyak siswa yang mengeluh dan bosan
ketika guru menyampaikan materi hususnya pada mata pelajaran matematika,
dikarenakan guru menyampaikan materi tidak menggunakan metode yang menarik,
yang digunakan hanyalah metode konvensional sehingga siswa tidak dapat memahami
materi apa yang disampaikan. Sebagian besar siswa kurang antusias menerima
materi, siswa lebih bersifat pasif, enggan, takut atau malu untuk mengemukakan
pendapatnya, ketika siswa diberikan ulangan harian, siswa tidak bisa menjawab
dan tidak bisa mencapai tingkat ketuntasan maksimal (KKM) disekolahnya.
Berdasarkan
hasil observasi dan wawancara maka perlu diberikan solusi untuk menghilangkan
rasa kebosanan, rasa takut, tidak memahami materi dan rasa malu siswa terhadap guru, maka
alangkah baiknya seorang guru membuat sebuah metode dalam mengajar agar siswa
lebih mudah memahami pelajaran,ada beberapa metode pembelajaran yang membuat
siswa aktif, Salah satu metode yang mungkin digunakan seorang guru adalah metode
pembelajaran PBI (Problem Based Introduction), metode pembelajaran PBI merupakan salah satu dari metode
pembelajaran inovatif. Metode ini menyajikan suatu kondisi belajar siswa
aktif serta melibatkan siswa dalam suatu pemecahan masalah melalui tahap-tahap
metode ilmiah. Melalui PBI ini diharapkan siswa dapat mempelajari pengetahuan
yang berhubungan dengan masalah yang disajikan serta dapat memiliki suatu
keterampilan dalam memecahkan masalah.
Metode pembelajaran PBI
memiliki keunggulan yang sangat banyak, diantaranya adalah: mengembangkan
pemikiran kritis dan keterampilan kreatif siswa, dapat meningkatkan kemampuan
memecahkan masalah siswa dengan sendirinya, meningkatkan motivasi siswa dalam
belajar, membantu siswa belajar untuk mentransfer pengetahuan dengan situasi
yang serba baru, dapat mendorong siswa untuk mempunyai inisiatif untuk belajar
secara mandiri, siswa juga bisa belajar untuk mengintegrasikan pengetahuan dan
keterampilan secara simultan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan,
dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis, menumbuhkan inisiatif siswa dalam
bekerja, motivasi internal untuk bekerja, dan dapat mengembangkan hubungan
interpersonal dalam bekerja kelompok, dengan
metode pembelajaran ini akan
terjadi pemebelajaran bermakna (Kurniasih dkk, 2017:48).
Metode pembelajaran PBI memberikan pengalaman bagi siswa untuk melatih diri menyelesaikan
suatu masalah secara mandiri. Tapi yang terpenting adalah bagaimana cara guru
dapat membuka wawasan berpikir siswa yang beragam sehingga siswa dapat
mempelajari bebagai konsep dari siswa lainnya. Metode PBI
merupakan salah satu metode yang membuat siswa aktif didalam proses belajar,
karena metode ini berbasis masalah maka secara tidak langsung siswa akan
terbiasa menyelesaikan masalah secara mandiri ataupun secara
kelompok/musyawarah. Membuat siswa aktif dapat melahirkan motivasi diri siswa
itu sendiri, setelah ada motivasi maka prestasi akan mudah diraih oleh siswa.
Oleh sebab itu guru harus mampu membuat siswa aktif didalam proses belajar
mengajar. karnanya peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul pengaruh penerapan metode pembelajaran PBI (Problem Based Introduction) terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI Agama MA Mu’allimin NW Anjani.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka
rumusan masalah yang akan dibahas
dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pengaruh penerapan metode pembelajaran PBI (Problem Based Introduction) terhadap prestasi belajar matematika siswa pada pokok
pembahasan limit fungsi di kelas XI Agama
MA Mu’allimin NW Anjani Tahun Pelajaran 2017 / 2018?
1.3. Batasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada
Peningkatan prestasi belajar siswa kelas XI Agama MA Mu’allimin NW Anjani
dengan menggunakan metode PBI (problem
based introduction) pada pokok pembahasan limit fungsi Tahun Peajran
2017/2018.
1.4. Tujuan Penelitian
Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran
Problem based Introduction (PBI) terhadap
prestasi belajar matematika siswa pada pokok pembahasan Limit Fungsi kelas
XI di MA Mu’allimin NW Anjani Tahun
Pelajaran 2017/2018.
1.5. Manfaat penelitian
Dengan
adanya penelitian ini diharapkan memilik manfaat, baik secara teoritis maupun secara
praktis:
1.5.1. Manfaat
Teoritis
A. Dapat
memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik, menggunakan metode
pembelajaran PBI serta dapat
menjadi sumber informasi atau pengetahuan baru bagi guru untuk terus memberikan
inovasi yang sifatnya berkelanjutan terhadap perkembangan pengetahuan serta
prestasi belajar kepada siswa khususnya pada mata pelajaran matematika.
B. Sebagai bahan kajian ilmu
pengetahuan dan untuk menambah wawasan serta perpustakaan ilmu pengetahuan,
khususnya pembelajaran matematika dalam menerapkan metode PBI sebagai metode pembelajaran yang
efektif.
1.5.2. Manfaat
Praktis
A. Bagi
tenaga pendidik / guru, sebagai bahan refrensi / panduan untuk meningkatkan
prestsi belajar peserta didik serta menambah variasi pendekatan pembelajaran
yang telah diterapkan sebelumnya oleh guru di MA Mu’allimin NW Anjani.
B. Bagi
siswa, metode ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan atau prestasi peserta
didik khususnya pada matapelajaran matematika.
C. Bagi
sekolah, diharapkan dengan adanya hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan
bagi pihak sekolah sebagai salah satu bahan alternatif pada kemajuan semua mata
pelajaran, khususnya pada mata pelajaran matematika.
D. Bagi
Peneliti, untuk menambah pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti dalam
menerapkan pengetahuan yang diperoleh dibangku kuliah terhadap masalah yang
dihadapi didunia pendidikan secaranya nyata.
1.6.
Sistematika Penulisan
A. Bab I. Pendahuluan,
terdiri dari: 1.1. Latar belakang; 1.2.
Rumusan masalah; 1.3. batasan masalah; 1.4. Tujuan penelitian; 1.5. Mamfaat penelitian; 1.5.1.
Manfaat teoritis; 1.5.2.
manfaat praktis; a.
bagi tenaga pendidik/guru; b.
Bagi peserta didik; c.
Bagi sekolah; d. Bagi peneliti; 1.6.
Sistematika penulisan.
B. Bab II. Tinjaun pustaka, terdiri dari: 2.1.
Definisi operasional; 2.1.1. Metode pembelajaran; 2.1.2. PBI (problem based introduction);
2.1.3. Prestasi belajar; 2.2. Penelitrian
relevan; a. skripsi defi, 2012; b. skripsi azizah fadhlin; c. skripsi juliana;
2.3. Landasan teori; a. Metode pembelajaran; b. PBI (problem based introduction);
c. Prestasi belajar;2.4. Kerangka konseptual; 2.5.
Perumusan hipotesis.
C. Bab
III. Metode penelitian, terdiri dari: 3.1. Pendekatan dan jenis penelitian; a.
pendekatan; b jenis penelitian; c. Desai penelitian eksprimen; 3.2. Populasi
dan sampel; a. populasi; b. sampel; 3.3. Data penelitian;3.3.1. Jenis dan
sumber data; a. Data
kualitatif; b. Data
kuantitatif; 3.3.2. Metode pengumpulan data; 1. Observasi; 2.
Test; 3.4. Variabel penelitian; a. Variabel independen; b. Variabel dependen;
3.5. Metode analisis data; 3.5.1. Uji instrumen penelitian (validitas dan
reabilitas); 3.5.1.1. Validitas instrumen; 3.5.1.2. Reabilitas instrumen;
3.5.1.3. Daya pembeda; 3.5.1.4. Tinkat kesukaran; 3.5.2. Uji asumsi klasik; 3.5.2.1.
Uji normalitas; 3.5.2.2. Uji homogenitas; 3.5.2.3. Uji hipotesis.
BAB II
TINJAUN PUSTAKA
2.1. Definisi Operasional
2.1.1. Metode
Pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan salah satu
pendekatan dalam rangka mensiasati perubahan perilaku peserta didik secara adaptif
maupun generatif (Suhana, 2014:37). Jadi metode pembelajaran dalam penelitian
ini adalah salah satu cara atau tekhnis guru untuk menyampaikan sebuah materi
yang menarik kepada siswa agar materi itu mudah difahami oleh siswa, metode
pembelajaran merupakan salah satu cara, gaya, desain untuk melakukan perubahan tingkah
laku seseorang, sehingga ketika siswa diberikan soal maka mereka mampu menjawab
atau menyeleseikan soal tersebut.
2.1.2. PBI (Problem Based Introduction)
PBI adalah
interaksi antara stimulus dan respon, merupakan hubungan antara dua arah,
belajar dan lingkungan, lingkungan memberikan masukan kepada siswa berupa
bantuan dan masalah sedangkan sistem saraf otak berfungsi menafsirkan bantuan
itu secara efektif sehingga masalah yang dihadapi dapat diselidiki, dinilai,
dianalisis, serta dicari pemecahannya dengan baik (Trianto, 2009:91). Jadi PBI
dalam penelitian ini adalah salah
satu metode pembelajaran yang yang melataih siswa untuk menyeleseikan masalah
secara praktis dan mandiri.
2.1.3. Prestasi
Belajar
Prestasi
belajar merupakan hasil belajar yang diperoleh dari kegiatan persekolahan yang
bersifat kognitif dan biasanya ditentukan mulalui pengukuran dan penilaian (Slavin,
2015:37). Jadi prestasi belajar dalam penelitian ini adalah salah satu hasil
ahir atau tingkat kemampuan dari kegiatan belajar di sekolah yang dimana
kemampuan itu dapat dinilai dengan cara pengujian di sekolah, baik secara
pengujian lisan maupun pengujian tulisan dan setelah melewati tahap ujian maka
kita bisa melihat bagaimana tingkat kemampuan siswa, apakah prestasinya menurun
ataukah prestasinya naik (membaik).
2.2. Penelitrian Relevan
Adapun penelitian yang relevan
dengan penelitian ini adalah:
A. Defi
tahun 2012 melaksanakan penelitian yang judul pengaruh penerapan (PBI) dalam
pendekatan aptitude treatment interaction (ati) terhadap prestasi matematika
siswa kelas viii sekolah menengah pertama Negeri 1 Tembilahan Kabupaten
Indragiri Hilir. Terbukti bahwa metode PBI berhasil meningkatkan prestasi
belajar siswa 70% dibandingkan dengan menggunakan metode sebelumnya
(Komvensional) 20%.
B. Skripsi
Azizah Fadhlin Pengaruh penggunaan metode problem based instroduction (PBI)
terhadap kemampuan Pemecahan masalah matematika siswa madrasah tarbiyah
islamiyah batu belah kecamatan Kampar Tahun pelajaran 2012/2013. Berhasil
meningkatkan Solusi 85% untuk memecahkan masalah/pertanyaan yang diberikan oleh
guru dibandingkan dengan tingkat pemecahan masalah menggunakan metode
sebelumnya (konvensional) 15%.
C. Skripsi
Juliana metode PBI dalam meningkatkan aktivitas dan pemahaman konsep dasar
Trigonometri pada siswa kelas VIII SMPN 3 Malang Tahun Pelajaran 2009/2010.
Bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran PBI mampu meningkatkan konsep
pemahaman Trigonometri.
2.3. Landasan Teori
2.3.1.
Metode Pembelajaran
Metode pembelajran merupakan salah satu
pendekatan dalam rangka mensiasati perubahan perilaku peserta didik secara
adaptif maupun generatif (Suhana, 2014:37). Metode pembelajaran adalah seluruh
seluruh perencanaan dan prosedur maupun langkah-langkah kegiatan pembelajaran
termasuk pilihan cara penilaian yang akan di laksanakan (Suyono, 2014:19).
Metode pembelajaran adalah upaya untuk menjamin agar seluruh siswa di dalam
kelas diberikan peluang belajar sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka
(Kurniasih, 2017:10). Jadi metode pembelajaran merupakan salah satu cara, gaya,
desain untuk melakukan perubahan tingkah laku seseorang.
2.3.2.
PBI (Problem
Based Introduction)
Pembelajaran
berbasis masalah ini membuat siswa menjadi mandiri, artinya ketika siswa
belajar maka siswa dapat memilih strategi belajar yang sesuai, terampil
menggunakan strategi tersebut untuk belajar dan mampu mengontrol proses
belajarnya, serta termotivasi untuk menyeleseikan belajarnya itu (Kurniasih, 2017:48).
PBI adalah interaksi antara stimulus dan respon, merupakan hubungan
antara dua arah, belajar dan lingkungan, lingkungan memberikan masukan kepada
siswa berupa bantuan dan masalah sedangkan sistem saraf otak berfungsi
menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga masalah yang dihadapi dapat
diselidiki, dinilai, dianalisis, serta dicari pemecahannya dengan baik (Trianto,
2009:91).
Pendapat lain
juga mengatakan bahwa PBI adalah suatu metode pembelajaran dimana metode ini
lebih menarik dari pada membaca atau mendengar tentang fakta-fakta dan konsep
dimana siswa diajarkan untuk memecahkan masalah (realistis, simulasi) yang
banyak dihadapi dalam kehidupan sehari-hari (Zakiah, 2012:34). Jadi PBI
merupakan salah satu metode yang membuat siswa aktif dalam proses belajar
mengajar, dengan keaktifan siswa maka secara tidak langsung akan melahirkan
motivasi belajar siswa, setelah timbul motivasi maka akan mudah bagi siswa
untuk meraih prestasi.
2.3.3. Prestasi Belajar
Prestasi
belajar merupakan hasil belajar yang diperoleh dari kegiatan persekolahan yang
bersifat kognitif dan biasanya ditentukan mulalui pengukuran dan penilaian
(Slavin, 2015:37). Prestasi merupakan hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan
yang mengakibatkan perubahan tingkah laku dalam diri individu sebagai hasil
aktivitas belajar mengajar yang berupa pengetahuan, keterampilan (Skill),
pengalaman dan sikap (Zakiah, 2012:7). Prestasi
belajar adalah keberhasilan usaha yang dicapai seseorang setelah memperoleh
pengalaman belajar atau mempelajari sesuatu (Winkel, 1997:136).
Prestasi
belajar siswa adalah gambaran kemampuan siswa yang diperoleh dari hasil
penilaian proses belajar siswa dalam mencapai tujuan pengajaran (Djalal, 1986:24).
Jadi bisa disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil ahkir dari proses
belajar, baik bruk prestasinya tergantung pada motivasi belajar siswa tersebut.
Prestasi juga bergantung pada motivasi dan kemampuan siswa atau prestasi adalah
motivasi dikali dengan kemampuan.
2.4. Kerangka Konseptual
Guru adalah pendidik profesional
dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, menilai,
melatih, dan mengevaluasi (Suhana, 2014:178), dari kata profesiaonal artinya
bahwa seorang guru harus mempunyai metode pembelajaran yang menark, dimana
metode tersebut membuat siswa senang, simpatisan ketika guru menyapaikan materi
ajar terhadap siswa, sehingga siswa mudah memahami materi apa yang disampaikan.
Akan tetapi hasil observasi di sekolah MA Muallimin tidak sesuai harapan dengan
kenyataan, kebanyakan guru tersebut menggunakan metode pebeajaran yang
konvensiaonal sehingga siswa kurang antusias ketika menerima materi, apalagi
pada mata pelajaran matematika terkenal sangat sulit, tentu siswa akan cepat
bosan dan kebosanan ini yang menyebabkan prestasi siswa menurun.
Untuk mencapai prestasi yang baik maka
perlu ada pengajaran atau proses belajar mengajar yang intensif, mendidik atau
mengajar tanpa menggunakan metode pembelajaran maka sama halnya dengan berjalan
tanpa ada tujuan tertentu, artinya bahawa tanpa menggunakan metode pembelajaran
maka proses belajar mengajar 15% akan berhasil di bandingkan dengan megajar
dengan menggunakan metode pembelajaran (Salvin, 2015:35). Oleh sebab itu
peneliti menawarkan solusi metode pembelajaran (PBI) problem based
introduction, metode ini merupakan salah satu metode yang membuat siswa aktif
didalam proses belajar, karena metode ini bebasis masalah maka secara tidak
langsung siswa akan terbiasa menyelseikan masalah secara mandiri ataupun secara
kelompok/musyawarah. Dengan adanya solusi ini maka peneliti mengharapkan siswa
lebih aktif dapat dan dapat melahirkan motivasi diri siswa itu sendiri, setelah
ada motivasi maka prestasi akan mudah diraih oleh siswa.
2.5. Perumusan Hipotesis
Perumusan
hipotesis dari penelitian ini dapat dirumuskan sebagai-berikut:
|
a.
|
H0 :
|
Tidak ada pengaruh penerapan
metode pembelajaran Problem Based Introduction (PBI) terhadap prestasi
belajar matematika siswa kelas XI MA Muallimin NW Anjani tahun pelajaran 2017/2018.
|
|
b.
|
Ha :
|
Ada pengaruh penerapan metode pembelajaran Problem Based Introduction
(PBI ) terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI MA Muallimin NW Anjani tahun pelajaran 2017/2018.
|
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Pendekatan dan Jenis
Penelitian
Pendekatan yang digunakan oleh peneliti
adalah pendekatan kuantitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen, sedangkan desain penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah posttest-only
control design.
3.2. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh siswa MA Mu’allimin NW Anjani, sedangkan sampel dalam penelitian ini
adalah siswa kelas XI-Agama I sebagai kelas Eksperimen dengan banyak siswa 30
orang. Dan kelas XI-Agama II sebagai kelas Kontrol dengan banayak siswa 30
orang. Adapun jumlah keseluruhan siswa dalam sampel ini sebanyak 60 orang.
3.3. Data Penelitian
3.3.1. Jenis dan Sumber Data
3.3.1.1.
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, data
yang berupa angka-angka dan analisis
statistik.
3.3.1.2.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
primer
dan data skunder. Data primer terdiri dari pengamatan yang berupa angket,
sedangkan data skunder terdiri dari dokumen tertulis yang berupa data nilai
siswa.
3.3.2. Metode Pengumpulan Data
3.3.2.1.
Test
Metode test ini berupa pilihan ganda
sebanyak 25 soal. Tehnik pensekoran yang diberikan sesuai jawaban yang benar
atau salahnya. Jika jawabannya benar maka nilai yang diberikan kepada siswa
adalah 1, jika jawabannya salah maka nilai yang diberikan kepada siswa adalah
0.
3.3.2.2. Observasi
Metode observasi
berupa angket, terdiri dari 10 indikator. Jawaban dari setiap pernyataan berupa
skala likert dengan gradisi Sangat
Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Nilai 4
diberikan jika siswa menjawab (ST), nilai 3 diberikan jika siswa menjawab (S),
nilai 2 diberikan jika siswa menjawab (TS), nilai 1 diberikan jika siswa menjawab
(STS).
3.4. Variabel Penelitian
Adapun vareabel dalam penelitian
ini adalah vareabel indevenden dan vareabel dependen.
3.4.1.
Variabel Independen (bebas)
Variabel independen dalam penelitian ini
adalah pengaruh penerapan metode pembelajaran problem based introduction dan di
lambangkan dengan X.
3.4.2.
Variabel Dependen (terikat)
Variabel dependen dalam penelitian ini
adalah prestasi belajar matematika siswa kelas XI dan dilambangkan dengan Y.
3.5. Metode Analisis Data
3.5.1. Uji Instrumen Penelitian
(Validitas dan Reabilitas)
3.5.1.1. Validitas
Instrumen
Uji validitas digunakan
untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel. Untuk
uji validitas ini di bantu oleh progrsm SPSS dengan metode korelasi pearson.
3.5.1.2. Reabilitas
Instrumen
Reabilitas merupakan ukuran suatu kesetabilan dan konsistensi responden
dalam menjawab hal yang berkaitan dengan pertanyaan yang merupakan dimensi
suatu variabel dan disusun dalam suatu bentuk kuesioner. Rumus yang digunakan peneliti untuk menguji
reliabilitas soal adalah rumus Alfa Crobach, sebagai berikut:
(Sugiono, 2017:191)
Keterangan:
Uji reabilitas dapat dilihat pada nilai Crobach
Alfa, jika nilai Cronbach Alfa > 0,60 kontruk pertanyaan dimensi adalah
reliabel. Jika nilai Cronbach Alfa < 0,60 kontruk pertanyaan dimensi
variabel adalah tidak reliabel.
3.5.2. Uji Asumsi Klasik
3.5.2.1. Uji Normalitas
Uji
normalitas bertujuan untuk menguji apakah data penelitian yang dilakukan
memiliki distribusi normal atau tidak. Uji normalitas merupakan salah satu bagian
dari uji persyaratan analsis data atau uji asumsi klasik artinya sebelum
dilakukan analisis yang sesungguhnya, data penelitian tersebut harus diuji
terlebih dahulu kenormalan distribusinya.
Dasar
pengambilan keputusan dalam ujin normalitas yakni jika nilai signifikan lebih
besar dari 0,05 maka data penelitian tersebut berdistribusi normal. Sebaliknya,
jika uji signifikasi lebih kecil dari 0,05 maka data penelitian tersebut tidak
berdistribusi normal.
Dalam
penelitian ini peneliti menggunakan rumus Shapiro wilk. Metode Shapiro Wilk ini
menggunakan data dasar yang belum diolah dalam tabel distribusi frekuensi. Data
diurut kemudian dibagi dalam dua kelompok untuk dikonversi dalam ShapiroWilk.
Dilanjutkan transformasi dalam nilai Z untuk dapat dihitung luasan kurva
normal. Rumusnya adalah sebagaiberikut:
(Sugiyono, 2017:197).
Keterangan:
Dengan,
= angkake i pada
data dan
=rata-rata data
Selanjutny nilai
dimasukkan dalam rumus
G =
+
+ ln
Keterangan:
G = Identik dengan nilai Z
distribusi normal
T3=
Berdasarkan rumus tersebut
+
= konversi
statistik
Shapiro Wilk pendekatan distributif normal
3.5.2.2.
Uji Homogenitas
Pengujian
homogenitas varians digunakan untuk menentukan rumus t-tes yang selanjutnya
rumus t-tes digunakan dalam pengujian hipotesis. Pengujian homogenitas varians
digunakan uji F dengan rumus sebagai berikut:
F =
(Sugiyono, 2017)
Kesimpulan:
Bila
α > 0,05 = Varian tidak homogen.
Bila
α < 0,05 = Varian homogen.
3.5.2.3. Uji Hipotesis
Suatu
hipotesis nantinya akan diterima atau ditolak tergantung pada hasil
pengujiannya. Dalam penelitian ini hipotesis yang telah diajukan di uji dengan
menggunakan uji t dengan rumus
sebagai berikut:

(Sugiyono,
2017: 274)
kterangan :
n1= jumlah sampel 1
n2= jumlah sampel 2
Jika
t-hitung lebih kecil dari t-tabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak,
artinya: tidak ada pengaruh penerapan metode pembelajaran kontekstual terhadap
hasil belajar peserta didik, dan sebaliknya.
Komentar
Posting Komentar